10 Instansi Paling Aktif Mengadakan Tender Pengadaan di Indonesia
Daftar 10 instansi paling aktif mengadakan tender pengadaan barang dan jasa pemerintah berdasarkan jumlah paket lelang. Analisis data LPSE/SPSE bidintel.id.

Data pengadaan pemerintah Indonesia menunjukkan pola yang menarik ketika kita melihat instansi mana yang paling produktif menggelar tender. Dari data terbaru yang tercatat di bidintel.id, terdapat perbedaan sangat signifikan antara instansi di peringkat pertama dan sisanya — perbedaan yang bahkan mencapai lebih dari 3,5 kali lipat.
Provinsi DKI Jakarta memimpin jauh di depan dengan jumlah tender yang mengesankan. Sementara itu, beberapa kabupaten di Kalimantan Timur seperti Kutai Kartanegara dan Kutai Timur menunjukkan bahwa daerah penghasil sumber daya alam punya aktivitas pengadaan sangat tinggi. Menariknya, Kementerian Perhubungan masuk dalam daftar ini sebagai satu-satunya kementerian — meski jumlah paketnya paling sedikit, nilai transaksinya justru yang tertinggi.
Ranking 10 Instansi dengan Tender Terbanyak
Berikut peringkat lengkap berdasarkan jumlah paket tender yang diadakan:
| Peringkat | Instansi | Jumlah Tender | Total Nilai (Rp) |
|---|---|---|---|
| 1 | Provinsi DKI Jakarta | 183.476 | Rp 20,74 triliun |
| 2 | Aceh | 49.985 | Rp 9,17 triliun |
| 3 | Kab. Kutai Kartanegara | 25.947 | Rp 7,75 triliun |
| 4 | Kota Bandung | 24.087 | Rp 2,27 triliun |
| 5 | Kab. Bojonegoro | 21.809 | Rp 4,84 triliun |
| 6 | Provinsi Jawa Timur | 21.428 | Rp 2,77 triliun |
| 7 | Kab. Balangan | 20.740 | Rp 1,58 triliun |
| 8 | Kota Bekasi | 20.365 | Rp 2,09 triliun |
| 9 | Kab. Kutai Timur | 19.809 | Rp 4,74 triliun |
| 10 | Kementerian Perhubungan | 17.201 | Rp 22,02 triliun |
Analisis: Dominasi DKI Jakarta dan Kontras Nilai Tender
Angka Provinsi DKI Jakarta sangat mencolok — 183.476 paket tender jauh mengungguli peringkat kedua Aceh yang "hanya" 49.985 paket. Ini berarti Jakarta mengadakan tender 3,67 kali lebih banyak dari Aceh. Sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, wajar jika ibu kota punya volume pengadaan masif.
Namun, yang paling mengejutkan adalah posisi Kementerian Perhubungan. Dengan 17.201 tender (paling sedikit di daftar ini), nilainya justru mencapai Rp 22,02 triliun — yang tertinggi dari semua instansi. Rata-rata nilai per tender mencapai sekitar Rp 1,28 miliar, menunjukkan proyek-proyek infrastruktur transportasi berskala besar seperti pembangunan bandara, pelabuhan, dan jalan nasional.
Pola Pengadaan Daerah: Kalimantan dan Jawa
Tiga kabupaten dari Kalimantan masuk daftar ini: Kab. Kutai Kartanegara (25.947 tender, Rp 7,75 triliun), Kab. Kutai Timur (19.809 tender, Rp 4,74 triliun), dan Kab. Balangan (20.740 tender, Rp 1,58 triliun). Ketiganya merupakan daerah dengan aktivitas pertambangan dan perkebunan sawit yang tinggi, sehingga kebutuhan pengadaan barang dan jasanya besar.
Di sisi Jawa, Kota Bandung (24.087 tender) dan Kota Bekasi (20.365 tender) mencerminkan karakteristik kota metropolitan dengan kebutuhan layanan publik yang kompleks. Sementara Kab. Bojonegoro yang masuk peringkat ke-5 cukup mengejutkan — kabupaten di Jawa Timur ini memiliki aktivitas pengadaan tinggi, didorong oleh sektor migas dan pembangunan infrastruktur pedesaan.
Peluang bagi Pelaku Usaha Pengadaan
Data ini membuka wawasan penting bagi penyedia barang dan jasa. Jika Anda mencari volume tender yang banyak, wilayah DKI Jakarta dan Aceh adalah pasar terbesar. Namun, jika mengincar tender bernilai besar per paket, kementerian pusat seperti Kementerian Perhubungan menawarkan peluang dengan proyek-proyek strategis nasional.
Untuk memantau tender terbaru dari instansi-instansi tersebut secara real-time, Anda bisa mengunjungi halaman ranking instansi dan pencarian tender di bidintel.id. Dengan data yang selalu diperbarui, Anda tidak akan ketinggalan peluang pengadaan pemerintah yang relevan dengan profil usaha Anda.
Cari tender, profil perusahaan, dan banding pemenang — gratis.




