‹ Kembali ke Blog
Insight Data

Tren Tender Pengadaan di Lampung: Analisis Data LPSE

Analisis tren tender pengadaan di Provinsi Lampung berdasarkan data LPSE. Temukan pola jumlah dan nilai tender dari tahun ke tahun untuk wawasan pengadaan.

3 Sep 2026·2 min baca
Tren Tender Pengadaan di Lampung: Analisis Data LPSE

Memahami pola pengadaan barang dan jasa pemerintah di suatu wilayah merupakan kunci bagi para penyedia jasa dan pemangku kepentingan. Provinsi Lampung, sebagai salah satu pusat kegiatan ekonomi di Sumatera, menunjukkan dinamika yang menarik dalam pelaksanaan tender pengadaan. Data historis dari sistem pengadaan elektronik memberikan gambaran jelas tentang volume dan nilai kontrak dari tahun ke tahun, membantu dalam perencanaan strategis dan identifikasi peluang pasar.

Data Historis Tender Pengadaan di Lampung

Berdasarkan data yang dihimpun dari platform intelijen tender, berikut adalah ringkasan jumlah paket tender yang dilaksanakan beserta total nilainya di Provinsi Lampung dalam beberapa tahun terakhir. Perlu dicatat bahwa data untuk tahun 2026 masih bersifat sementara karena tahun tersebut belum berakhir.

Tahun Jumlah Tender Total Nilai (Rp)
2026* 1.303 45,56 Miliar
2025 6.852 895,40 Miliar
2024 4.820 704,35 Miliar
2023 7.485 2,08 Triliun
2022 309 38,82 Miliar
2021 28 3,94 Miliar

*Data 2026 belum final hingga akhir tahun.

Tabel di atas menunjukkan adanya lonjakan signifikan dalam aktivitas pengadaan mulai tahun 2023. Setelah periode dengan volume relatif rendah pada 2021 dan 2022, baik jumlah paket tender maupun total nilainya mengalami peningkatan drastis, mencapai puncaknya pada tahun 2023 dengan nilai kontrak melebihi Rp2 triliun.

Pola dan Insight dari Tren Tender Lampung

Analisis data mengungkap beberapa pola penting. Pertama, terlihat adanya fluktuasi yang sangat tajam. Nilai pengadaan pada tahun 2023 (Rp2,08 triliun) adalah sekitar 53 kali lipat dari nilai tahun 2022 (Rp38,82 miliar). Lonjakan ini kemungkinan besar berkaitan dengan percepatan realisasi anggaran atau adanya proyek-proyek infrastruktur berskala besar.

Kedua, terdapat korelasi antara jumlah tender dan nilai total. Tahun dengan jumlah tender tinggi seperti 2023 (7.485 tender) dan 2025 (6.852 tender) juga mencatatkan nilai kontrak yang besar. Namun, rata-rata nilai per tender bisa bervariasi, mengindikasikan campuran antara paket pengadaan kecil dan proyek bernilai tinggi.

Ketiga, data tahun 2026 yang masih berjalan menunjukkan angka yang moderat. Dengan 1.303 tender bernilai total Rp45,56 miliar hingga saat ini, proyeksi akhir tahun akan sangat bergantung pada siklus penyerapan anggaran di semester kedua. Untuk melihat detail paket tender yang sedang berjalan atau selesai, Anda dapat mengakses halaman Tender kami.

Tren ini memberikan gambaran bahwa pasar pengadaan di Lampung bersifat dinamis dan sangat dipengaruhi oleh kebijakan anggaran serta proyek prioritas pemerintah daerah. Bagi penyedia jasa, memantau data historis ini adalah langkah awal untuk menyusun strategi penawaran yang tepat sasaran.

Untuk melihat peringkat penyedia jasa berdasarkan kinerja tender di Lampung dan wilayah lainnya, kunjungi halaman Ranking Perusahaan kami. Data yang terstruktur adalah fondasi untuk pengambilan keputusan bisnis yang lebih cerdas dalam ekosistem pengadaan pemerintah.

Siap menangkan tender berikutnya?

Cari tender, profil perusahaan, dan banding pemenang — gratis.

Mulai Gratis