Tren Tender Pengadaan NTB: Analisis Jumlah & Nilai Kontrak
Analisis tren tender pengadaan pemerintah di Nusa Tenggara Barat dari tahun ke tahun. Simak data jumlah paket, nilai kontrak, dan insight penting di bidintel.id.

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) merupakan salah satu kawasan dengan dinamika pengadaan pemerintah yang menarik untuk dicermati. Data dari bidintel.id memperlihatkan pola naik-turun yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir — baik dari sisi jumlah paket tender maupun total nilai kontrak. Bagi pelaku usaha dan pemerhati pengadaan publik, memahami tren ini bisa jadi dasar strategi yang tepat sasaran.
Ringkasan Data Tender NTB Per Tahun
Berikut rangkuman data jumlah tender dan total nilai kontrak pengadaan di Provinsi Nusa Tenggara Barat berdasarkan catatan LPSE/SPSE yang terhimpun:
| Tahun | Jumlah Paket Tender | Total Nilai Kontrak |
|---|---|---|
| 2023 | 4.414 | Rp 1,06 triliun |
| 2024 | 5.631 | Rp 1,02 triliun |
| 2025 | 10.153 | Rp 884,96 miliar |
| 2026 | 4.736 | Rp 240,78 miliar |
| 2027 | 8 | — |
Catatan: data 2026 dan 2027 bersifat year-to-date (belum penuh), sehingga angkanya masih akan bertambah seiring waktu.
Lompatan Jumlah Tender di 2025: Lonjakan Terbesar
Tahun 2025 mencatat rekor tertinggi dari sisi jumlah paket tender, yakni 10.153 paket — naik hampir dua kali lipat dibanding 2024 yang sebanyak 5.631 paket. Ini merupakan lonjakan paling dramatis dalam periode yang diamati. Peningkatan ini mengindikasikan adanya akselerasi program pembangunan atau perluasan cakupan pengadaan di wilayah NTB.
Namun menariknya, lonjakan jumlah paket tidak diikuti oleh kenaikan nilai kontrak. Justru sebaliknya — total nilai justru menyusut dari Rp 1,02 triliun (2024) menjadi Rp 884,96 miliar (2025). Pola ini bisa mengindikasikan adanya unbundling paket besar menjadi lebih banyak paket kecil, atau pergeseran prioritas ke pengadaan bernilai lebih terjangkau.
Penurunan Nilai Kontrak dari Tahun ke Tahun
Dari sisi nilai, tren di NTB cenderung menurun secara konsisten:
- 2023: Rp 1,06 triliun — nilai tertinggi dalam periode ini.
- 2024: Rp 1,02 triliun — turun tipis sekitar 4%.
- 2025: Rp 884,96 miliar — turun cukup signifikan, sekitar 13% dari tahun sebelumnya.
- 2026 (YTD): Rp 240,78 miliar — angka ini belum final mengingat tahun masih berjalan.
Penurunan nilai ini perlu dibaca dalam konteks yang lebih luas: bisa jadi berkaitan dengan efisiensi anggaran, perubahan kebijakan prioritas pembangunan nasional yang berdampak ke daerah, atau pola siklus proyek multi-tahun.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha?
Bagi kontraktor dan penyedia barang/jasa yang beroperasi di NTB, data ini menyimpan beberapa insight penting:
- Pasar makin kompetitif di level paket kecil. Dengan banyaknya paket bernilai lebih terjangkau, peluang terbuka lebar bagi UMKM dan pelaku usaha skala menengah.
- Nilai rata-rata per paket menurun. Di 2023, rata-rata nilai per paket sekitar Rp 240,8 juta. Di 2025, angkanya turun menjadi sekitar Rp 87,2 juta per paket. Ini sinyal bahwa strategi mengejar volume paket kecil bisa lebih realistis.
- Pantau terus data real-time. Mengingat data 2026 masih berjalan, memantau progres tender secara berkala lewat platform seperti bidintel.id akan memberikan keunggulan kompetitif.
Jika Anda ingin mendalami lebih jauh, kunjungi halaman Ranking Perusahaan untuk melihat siapa saja pemain aktif di wilayah NTB, atau jelajahi data tender terkini di halaman Pencarian Tender.
Cari tender, profil perusahaan, dan banding pemenang — gratis.




