‹ Kembali ke Blog
Insight Data

Tren Tender Pengadaan Sulawesi Selatan: Dari Puncak ke Penurunan

Analisis tren tender pengadaan Sulawesi Selatan berdasarkan data LPSE. Jumlah dan nilai tender turun signifikan dari Rp 3,3 triliun di 2023. Cek datanya di bidintel.id.

24 Agu 2026·2 min baca
Tren Tender Pengadaan Sulawesi Selatan: Dari Puncak ke Penurunan

Sulawesi Selatan selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi dengan aktivitas pengadaan pemerintah yang cukup tinggi di kawasan Indonesia Timur. Namun, data tender dari tahun ke tahun menunjukkan adanya tren penurunan yang cukup mencolok — baik dari sisi jumlah paket maupun total nilai kontrak. Bagaimana gambaran lengkapnya? Berikut analisis berdasarkan data dari bidintel.id.

Data Tender Pengadaan Sulawesi Selatan per Tahun

Berikut ringkasan data jumlah tender dan total nilai pengadaan di Provinsi Sulawesi Selatan berdasarkan catatan LPSE/SPSE:

Tahun Jumlah Tender Total Nilai
2023 15.403 Rp 3,32 triliun
2024 9.303 Rp 2,13 triliun
2025 11.291 Rp 1,49 triliun
2026* 2.475 Rp 79 miliar

*Data 2026 masih berjalan dan belum mencerminkan angka penuh hingga akhir tahun.

Analisis Tren: Penurunan Bertahap dari Puncak 2023

Tahun 2023 menjadi puncak aktivitas pengadaan di Sulawesi Selatan dengan 15.403 paket tender bernilai total Rp 3,32 triliun. Angka ini jauh melampaui tahun-tahun berikutnya.

Pada 2024, jumlah tender turun cukup tajam menjadi 9.303 paket — penurunan sekitar 40% dari tahun sebelumnya. Meski begitu, total nilai pengadaan masih tercatat di atas Rp 2 triliun, menandakan bahwa rata-rata nilai per paket justru naik.

Tren menarik terjadi di 2025: jumlah tender naik kembali ke 11.291 paket, tetapi total nilainya justru merosot ke Rp 1,49 triliun. Ini mengindikasikan adanya pergeseran ke paket-paket pengadaan bernilai lebih kecil atau perubahan kebijakan anggaran di tingkat daerah.

Untuk 2026, data yang tercatat baru 2.475 tender dengan nilai Rp 79 miliar. Mengingat tahun masih berjalan, angka ini tentu akan terus bertambah. Namun, jika dibandingkan pro rata dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, terlihat bahwa volume pengadaan di awal tahun cenderung lebih rendah.

Faktor yang Mungkin Mempengaruhi

Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi tren penurunan ini antara lain:

  • Efisiensi anggaran: Pemerintah daerah mungkin mengkonsolidasi paket pengadaan menjadi lebih sedikit namun bernilai lebih besar.
  • Perubahan regulasi: Kebijakan pengadaan elektronik yang terus diperbarui bisa memengaruhi pola pelaksanaan tender.
  • Siklus proyek: Tahun 2023 mungkin bertepatan dengan fase pelaksanaan proyek-proyek besar yang sudah dianggarkan sebelumnya.
  • Refocusing anggaran: Alokasi anggaran yang bergeser ke sektor prioritas tertentu dapat mengurangi volume tender di sektor lain.

Pantau Perkembangan Tender Sulawesi Selatan di bidintel.id

Bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan yang ingin memahami lebih dalam dinamika pengadaan di Sulawesi Selatan, data real-time sangat krusial. Melalui halaman ranking perusahaan di bidintel.id, Anda bisa melihat siapa saja pemenang tender teraktif. Sementara halaman pencarian tender memungkinkan Anda memantau paket-paket yang sedang dan akan berjalan.

Dengan pemahaman yang tepat terhadap tren data, pelaku usaha bisa menyusun strategi penawaran yang lebih akurat dan kompetitif di setiap musim pengadaan.

Siap menangkan tender berikutnya?

Cari tender, profil perusahaan, dan banding pemenang — gratis.

Mulai Gratis