Tren Tender Sulawesi Tengah: Lonjakan & Penurunan dari Tahun ke Tahun
Analisis data tren tender pengadaan pemerintah di Sulawesi Tengah — lihat lonjakan dramatis dari 2022 hingga puncak 2023, lalu tren penurunan signifikan di tahun-tahun berikutnya. Data LPSE/SPSE dari bidintel.id.

Pengadaan barang dan jasa pemerintah di Sulawesi Tengah menunjukkan pola yang sangat dinamis dalam beberapa tahun terakhir. Dari data tender yang tercatat di sistem LPSE/SPSE, terlihat lonjakan masif pada 2023 yang diikuti tren penurunan bertahap. Bagi pelaku usaha yang ingin memahami peluang tender di wilayah ini, memetakan tren historis adalah langkah awal yang krusial.
Ringkasan Data Tender Sulawesi Tengah per Tahun
Berikut adalah gambaran lengkap jumlah dan nilai tender pengadaan di Provinsi Sulawesi Tengah berdasarkan data bidintel.id:
| Tahun | Jumlah Tender | Nilai (Rp) | Nilai (Format) |
|---|---|---|---|
| 2022 | 937 | 66.379.032.225 | Rp 66,4 miliar |
| 2023 | 13.271 | 3.058.350.300.603 | Rp 3,06 triliun |
| 2024 | 12.246 | 3.084.235.102.781 | Rp 3,08 triliun |
| 2025 | 10.095 | 1.019.363.681.412 | Rp 1,02 triliun |
| 2026 * | 1.595 | 95.807.553.329 | Rp 95,8 miliar |
*Data 2026 merupakan angka berjalan (year-to-date) dan belum mencerminkan total penuh tahun tersebut.
Lompatan Dramatis 2022 ke 2023: Era Ekspansi Pengadaan
Angka yang paling mencolok dari data ini adalah lompatan dari 2022 ke 2023. Jumlah tender melonjak dari 937 menjadi 13.271 paket — artinya terjadi peningkatan sekitar 14 kali lipat dalam satu tahun. Dari sisi nilai, kenaikannya bahkan lebih gila: dari Rp 66,4 miliar ke Rp 3,06 triliun, atau naik sekitar 46 kali lipat.
Lonjakan ini mengindikasikan bahwa 2023 menjadi tahun di mana belanja pengadaan pemerintah di Sulawesi Tengah benar-benar melesat — kemungkinan didorong oleh percepatan realisasi anggaran, proyek-proyek infrastruktur skala besar, dan peningkatan kapasitas LPSE/SPSE dalam menerima paket tender digital.
Stabil di Puncak: 2023 vs 2024
Menariknya, meski jumlah tender di 2024 turun tipis dari 13.271 ke 12.246 paket (penurunan sekitar 7,7%), nilai totalnya justru naik sedikit dari Rp 3,06 triliun ke Rp 3,08 triliun. Ini menunjukkan bahwa rata-rata nilai per paket tender meningkat — proyek yang dilelang lebih bernilai besar meski jumlah paketnya berkurang.
Periode 2023–2024 bisa disebut sebagai "zona emas" pengadaan di Sulawesi Tengah, dengan anggaran pengadaan yang konsisten di atas Rp 3 triliun per tahun.
Tren Penurunan Signifikan di 2025 dan 2026
Masuk ke 2025, terjadi penurunan cukup tajam. Jumlah tender turun ke 10.095 paket (turun 17,6% dari 2024), sementara nilai total anjlok lebih dalam ke Rp 1,02 triliun — penurunan sekitar 67% dibanding 2024. Ini adalah penurunan terbesar dari sisi anggaran dalam rentang data ini.
Sementara itu, data 2026 yang masih berjalan mencatat 1.595 tender dengan nilai Rp 95,8 miliar. Mengingat tahun belum berakhir, angka ini masih bisa bertambah — namun jika dibandingkan dengan porsi yang sama di tahun sebelumnya, terlihat bahwa tren penurunan masih berlanjut.
Apa Artinya bagi Pelaku Usaha?
Bagi kontraktor dan penyedia barang/jasa yang beroperasi di Sulawesi Tengah, data ini memberikan beberapa insight penting:
- Pasar masih besar — meski menurun, anggaran pengadaan di kisaran Rp 1 triliun (2025) tetap merupakan pasar yang signifikan.
- Kompetisi makin ketat — dengan jumlah paket yang menyusut, rata-rata pesaing per tender kemungkinan meningkat.
- Peluang di paket bernilai besar — tren kenaikan rata-rata nilai per paket (terlihat di 2024) membuka peluang bagi perusahaan yang mampu menggarap proyek skala besar.
- Pantau data real-time — memantau tender aktif secara berkala melalui platform seperti ranking dan halaman tender di bidintel.id sangat disarankan agar tidak ketinggalan peluang.
Kesimpulan: Siklus Pengadaan yang Perlu Dipahami
Tren tender di Sulawesi Tengah menunjukkan pola siklus yang jelas — ekspansi masif di 2023, stabilisasi di 2024, lalu kontraksi di 2025–2026. Pemahaman terhadap pola ini bisa membantu pelaku usaha menyusun strategi yang lebih tepat: kapan harus agresif mengejar tender, kapan harus diversifikasi ke wilayah lain, dan kapan harus fokus meningkatkan kualitas penawaran.
Untuk analisis lebih mendalam termasuk breakdown per instansi, jenis pengadaan, dan profil penyedia teraktif, kunjungi halaman ranking dan daftar tender di bidintel.id.
Cari tender, profil perusahaan, dan banding pemenang — gratis.




